Law_Adam_05Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi saat ini dipandang sebagai pemain terbaik sepakbola dunia. Di klubnya Barcelona, Messi tampil gemilang. Dan Ronaldo mempertontonkan kebolehannya di Rea Madrid. Namun sejatinya Indonesia juga memiliki kelebihan yang pantas membuat kita bangga.

TanjungPro kagum dengan temuan bahwa gocek maut ala Ronaldo, CR7, Messi, Robinho sejatinya ditemukan oleh pesepakbola asal Probolinggo: Law Adam! TanjungPro kerap berdecak kagum menyaksikan Christiano Ronaldo, Lionel Messi dan juga Robinho beraksi dengan gaya khas mereka mengelabuhi lawan dengan gaya pedalada.
Setelah mengadakan penelitian media cetak dan arsip di Belanda, Eka Tanjung dari TanjungPro bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali mempertontonkan gaya scissors atau gunting itu adalah pemain sepak bola kelahiran Probolinggo Jawa Timur.

Gaya Gunting
Namanya Lawrence “Law” Adam ( kelahiran 11 Juni 1908). Setelah lahir di Probolinggo Law kemudian pindah ke Belanda. Di negeri barunya ia gabung dengan H.V.V. Den Haag. Di klub yang beralamat di van Hogenhoucklaan 37
Den Haag itulah, Law Adam mempertontonkan gerakan dribbling scissors untuk kali pertama.  Ketika itu belum ada yang melakukan gerakan gaya gunting itu.

Saat ini gerakan itu sudah sangat sering kita saksikan pada semua level sepakbola, baik di tingkat amatir maupun tingkat profesional. Temuan itu begitu menakjubkan, sehingga kalangan dunia mencatatnya. Bahkan pemain keturunan Belanda Indonesia ini sempat menjadi rebutan tim nasional Swiss dan Belanda.

Paspor Ganda
Pemuda Probolinggo ini mungkin pesepakbola pertama yang memiliki paspor ganda dan memperkuat timnas senior dua negara berbeda dalam dua tahun berturut.

Satu kali ia memperkuat timnas Swiss lawan Austria, 27 Oktober 1929 di stadion Wankdorf Bern, dalam turnamen antar negara Eropa Tengah. Padahal Swiss ketika itu terkenal sangat ketat dalam mengeluarkan paspor kepada orang asing. Mendengar ada warganya jadi bintang di negara lain, asosiasi sepakbola Belanda, KNVB langsung menuntut agar dia main untuk timnas Oranje.

Akhirnya Law Adam memperkuat timnas Belanda sebanyak 11 kali. Sebelum akhirnya mundur karena alasan kesehatan. Ia aktif untuk timnas Belanda mulai 02 November 1930 sampai 22 Januari 1933.

Walaupun sekarang gerakan “Adam the Scissorman” itu memiliki penamaan beragam: step over, pedalada, Denílson, atau scissors, namun sejatinya gerakan itu pertama kali dipertontonkan Law Adam di klub H.V.V. Den Haag pada tahun 1929.
Media Belanda menyebutkan bahwa gerakan itu kemudian ditiru oleh legendaris Ajax Amsterdam, Piet Keizer di era 1970an dan pemain-pemain dunia seperti Ronaldo dari Brasil di era 1990an, dan juga Denilson serta Robinho yang menyebutnya gerakan pedalada.

Perincian dan pembuktian adanya gerakan scissors oleh pemain kelahiran Probolinggo disampaikan Max G. Colthoff, mantan pemain junior klub H.V.V. tahun 1930an:

“Saya melihat Adam menggerakan kaki kiri memutari bola, berlawanan arah jarum jam. Sementara bola menggelinding, kaki kirinya melingkar di atas bola dari sebelah kanan. Dikarenakan putarannya dari dalam ke luar, maka lawan terkecoh mengikuti arah kaki. Saat itu Law bisa melewati penjaga dengan menendang bola dengan kaki kanannya. Musuhnya terkecoh karena ia tidak melihat bola, tetapi gerakan tubuh. Ini selalu terjadi di posisi kanan luar. Penjaga lari ke kiri dan Law lolos ke sebelah kanan.”

Pemaparan itu oleh sejarawan dipandang sebagai bukti adanya gerakan yang belakangan juga dilakukan dan disempurnakan oleh pemain-pemain dunia di setiap ajang sepak bola baik UEFA maupaun Piala Dunia.

Dengan berbesar hati, TanjungPro menyaksikan gerakan scissors oleh Ronaldo, tapi dalam hati kecil ikut bangga bahwa sebenarnya dia melakukan gerakan temuan orang Probolinggo Indonesia.