PSV Eindhoven

PSV Eindhoven

PSV Eindhoven merupakan satu-satunya klub Belanda yang berlaga di liga paling bergengsi Eropa, the Champions League. Ajax yang digadang akan menjadi klub kedua di CL, tersingkir oleh Rapid Wina. Kemunduran sepakbola Belanda?

PSV the Double
Dengan kemenangan 3-0 atas FC Groningen di Johan Cruiyff Cup, PSV Eindhoven meraih the double, juara liga dan juara Super Cup. Sebagai juara liga Beladna, formasi asuhan pelatih Philip Cocu berkiprah di putara group Champions League. PSV merupakan satu-satunya klub Belanda di Champions League. Musim depan ini TanjungPro akan menghadiri beberapa pertandingan Champions League di Stadion Philips Eindhoven.

Ajax Tersingkir
Ajax Amsterdam yang sebelumnya digadang akan menjadi klub kedua Belanda di Champions League, gagal. Para putaran ketiga kualifikasi, formasi asuhan Frank de Boer tersingkir Rapid Wina dari Austria. Setelah bermain imbang 2-2 di Stadion Ernst Happel, Ajax kalah di kandang sendiri dengan 2-3. Dengan kekalahan ini Ajax harus puas dengan Europa Leagua.

Belanda Ketinggalan
Eka Tanjung menilai perkembangan buruk sedang terjadi di persepakbolaan Belanda. Sebenarnya bukan semata Ajax saja, tetapi liga Belanda secara keseluruhan mulai ketinggalan dibanding dengan liga-liga Eropa lain. Tanpaknya untuk tataran klub, Belanda tidak akan bisa berbicara banyak di Eropa.

Pembinaan Usia Dini
Kekhasan liga Belanda adalah fokus pada pembinaan usia dini tetapi dinilai kurang mampu mempertahankan bakat-bakat mudanya di liga nasional. Tawaran dari Liga Inggris, Jerman, Itali maupun Spanyol tidak bisa membendung arus pemain berpotensi main di Belanda sendiri. Salah satu faktornya adalah finansial atau gaji yang lebih menggirukan di seberang perbatasan. Selain itu fasilitas bagi pemain profesionalnya pun lebih menarik. Belum lagi dengan akomodasi yang lebih moderen dan lengkap di liga-liga lebih besar.

Dilema
Dunia sepakbola Belanda menyadari tendensi kurang baik ini, sudah sejak beberapa tahun. Stake holders dari asosiasi sepakbola, para pengamat, para pakar, pelatih, mantan bintang, organisasi pemain dan publik luas sedang dihadapkan dilema. Pilihan antara bersaing dengan liga-liga besar dengan berinvestasi seperti halnya dilakukan para pesaing. Dengan harapan bisa mempertahankan pemain bagus dan membentuk klub-klub tangguh yang bisa berkiprah di kancah Liga Champions maupun Liga Europa.

Negara Pendidik
Orang Belanda secara umum dikenal berbudaya hemat, hati-hati dalam menggelontorkan dana. Karakter ini akan tetap bertahan dan untuk itu lebih cocok dengan posisi sebagai negara pendidik. Liga batu loncatan bagi bakat asing untuk tembus liga lebih besar. Bagi bakat dari Indonesia, Belanda tetap menarik untuk dilirik. Melihat peluang dan kesempatan menimba ilmu sepakbola dan menjajal klub-klub liga Belanda sebagai upaya menuju tingkat lebih tinggi.

Kompetisi di Belanda
Posisi Belanda sebagai negara pendidik ini sejatinya sangat cocok untuk bakat-bakat Indonesia yang ingin mematangkan diri. Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, Feyenoord Rotterdam, FC Twente membuka peluang untuk mengikuti camps dan clinics. Sudah mulai banyak kawan-kawan menemukan jalan ke sana. Di luar itu masih banyak pula aktivitas yang yang belum banyak dikenal publik Indonesia. Mengikutui trials di klub-klub menengah, mengikuti tournaments nasional dan internasional untuk berbagai kelompok usia, dan mengikuti kompetisi resmi KNVB.

Mencari Jalan
TanjungPro secara terus menerus mencari kemungkinan dan peluang bagi bakat Indonesia untuk bisa menempuh pendidikan sepakbola yang sudah tertata dengan baik ini. Disadari bahwa jalannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun TanjungPro sudah mulai menemukan jalan bagi bakat non-Uni Eropa bermain kompetisi layaknya bakat-bakat Belanda lainnya.

Eka_Tanjung_Kontak_600

Info Lebih Lanjut