Joey_Suk_02

Timnas Garuda baru saja menggelar laga persahabatan di dan lawan timnas Vietnam. Ajang jajal-menjajal dan tes kesiapan antara sesama negara yang akan berlaga di AFF Suzuki Cup 2016 di Myanmar dan Filipina. Indonesia kalah 3-2, karena lupa satu nama: Joey Suk.

Justru ajang adu kekuatan inilah sebenarnya yang menjadi tolok ukur bagi timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk melihat semua kemungkinan. Eka Tanjung dari Sepakbolanda menilai bahwa sejatinya Indonesia belum matang untuk mendulang sukses seperti AFF2010, ketika melaju sampai final.

Penyebabnya berragam. Kejadian di tanah air yang membuat persiapan fisik dan khususnya mental para punggawa tidak bisa maksimal. Dengan berbagai kasus kerusuhan di tanah air soal kata ‘pakai’ bisa membuat pikiran para pemain tidak tenang. Ganjalan lain karena tidak cukup banyak menjajal pemain-pemain lain keturunan Indonesia dari Belanda.

Kehadiran Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim sudah menandakan Riedl membuka kesempatan kepada pemain keturunan Indonesia membela negara leluhur. Selain dua itu sejatinya masih ada beberapa pemain yang secara terang-terangan ingin membela Pasukan Merah Putih.

Nama yang sudah sering disebutkan adalah Joey Suk. Belakangan muncul beberapa nama lain seperti Jordy Tutuarima dan Jeffrey Altheer dan lainnya. Mungkin juga saatnya menjajal pemain muda di Ajax, Ezra Walian. Namun khusus mengenai Joey Suk membutuhan perhatian lebih besar. Disamping karena Sukkie sudah pernah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Garuda beberapa tahun silam, pemain gelandang Go Ahead Eagles ini juga sedang on fire.

Sedang pada puncak kemampuang. Beberapa hari lalu Joey Suk bermain sangat bagus dan dinobatkan sebagai Man of The Match ketika Go Ahead Eagles dari Deventer mengalahkan Feyenoord Rotterdam. Klub yang memuncaki tangga Eredivisie, Liga Tertinggi Belanda itu kalah 1-0 dari formasi Deventer.